Upaya Pemerintah menghadapi Global warming

Segala cara di lakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam menghadapi ancaman Global warming harus di apresiasi dari semua lapisan masyarakat.

Dengan banyaknya fenomena yang terjadi di alam ini, misalnya banyak di berbagai daerah sudah mengalami perubahan alam yang di akibatkan dari dampak Global warming seperti mulai naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas berbagai fenomena perubahan cuaca yang ekstrim,  terpengaruhnya kepada hasil pertanian, hilangnya gletser, punahnya beberapa jenis hewan dan lainnya.

Pelatihan teknisi apitu

Pemerintah Indonesia melakukan segala cara mulai mensosialisasikan bahaya atau dampak dari global warming kepada masyarakat. Salah satunya mensosialisasikan untuk tidak sembarangan dalam penggunaan beberapa bahan pendingin yang bisa menjadi faktor rusaknya lapisan ozon yang bisa menyebabkan efek rumah kaca atau juga meningkatnya suhu pada lapisan atmosfer.

Uji kompetensi

Uji kompetensi teknisi Apitu di PPKPI

Di kutip dari situs Wikipedia

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change(IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK ) Jakarta di bulan September ini juga melakukan sosialisasi kepada beberapa praktisi pendingin dari Apitu di Jakarta. Tepatnya pada Tanggal 3 sampai 7 September 2018 di PPKPI Pasar rebo di lakukan pelatihan dan uji kompetensi untuk menciptakan teknisi AC yang mengerti dan peduli lingkungan, dengan memberikan pengarahan agar dalam penggunaan Refrigerant jenis R11 R12 dan R22 tidak terlepas ke udara yang dapat mengakibatkan rusaknya Ozon, yang dimana lapisan ozon inilah yang melindungi kehidupan kita di dunia dari bahaya sinar ultraviolet dari matahari.

Jenis refrigerant atau orang sering menyebutnya Freon R11 R12 dan R22 termasuk zat sintetik yang dapat merusak lapisan ozon yang ada di stratosfer. Karena jenis refrigerant tersebut sulit di uraikan sehingga sangat berpotensi merusak lingkungan hidup  karena sebagai faktor perusak ozon.

Acara puncak uji kompetensi Apitu di BLK pasar rebo

Peserta, penguji dan penyelenggara uji kompetensi anggota Apitu Jakarta di PPKPI Pasar rebo

Jadi mulai sekarang mari kita menjadi bagian dari masyarakat yang peduli lingkungan, pilihlah peralatan atau bahan yang menjadi penunjang kehidupan kita yang tidak berpotensi merusak berlangsungnya kehidupan selanjutnya. Waspadai dampak besar global warming buat anak cucu kita.

Leave a Reply